Senin, 03 Mei 2010

PERTANIAN DESA

Berbicara soal Potensi Pertanian Desa, Desa lahir setelah cocok tanam dikenal manusia. Sebagai tempat pemukiman desa memiliki hubungan erat dengan pertanian. Sebab, cocok tanam memaksa orang tinggal di suatu tempat untuk memelihara tanaman dan menunggu hasil panennya. Eratnya kaitan eksistensi desa dan pertanian ini menyebabkan orang cenderung mengidentifikasikan desa dengan pertanian. Umumnya orang berpendapat bahwa masyarakat desa adalah petani dan petani adalah masyarakat desa.

Dengan melihat kenyataan seperti itu maka perlu dikaji sejauh mana keterkaitan antara desa dan pertanian yang kemudian berperan dalam membangun perekonomian Indonesia. Karena sebagaimana kita ketahui salah satu sub sektor yang sangat strategis dalam upaya mendukung kemajuan ekonomi kita adalah sektor pertanian. Meskipun saat ini belum membuahkan hasil yang optimal namun masih sangat mungkin meningkatkan sektor pertanian agar mampu menyumbang keberhasilan ekonomi Indonesia.

Segala potensi yang diketahui dan dimiliki harus diprioritaskan dan dikembangkan untuk membangun pertanian berkelanjutan yang dapat membebaskan negeri ini dari berbagai krisis menuju kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Sosiologi Pedesaan dan Pertanian

Sosiologi pedesaan adalah salah satu disiplin ilmu sosial yang telah lama dikenal di Indonesia. Sementara itu sosiologi pertanian baru hadir sekitar tahun 80-an. Sosiologi pertanian lahir sebagai respons terhadap perkembangan saat ini, terutama dengan semakin menipisnya perbedaan antara desa dan kota. Sosiologi pedesaan lebih mengarah ke konteks pemukiman sedang sosiologi pertanian lebih mengarah ke konteks ekonomi.

Perlunya mempelajari sosiologi pedesaan dan pertanian adalah karena masyarakat selalu berubah. Antara kelompok masyarakat satu dengan yang lain perubahannya berbeda-beda. Mengikuti kecenderungan ini, sosiologi berperan penting sebagai tameng yang dapat mencegah munculnya kesulitan atau hambatan bagi perilaku pertanian masyarakat desa.

Hambatan-hambatan yang muncul pada umunya adalah karena pertanian dilakukan hanya secara tradisional, secara partial dan tidak terintegrasi dengan sektor-sektor lainnya. Selanjutnya muncul permasalahan dalam pengembangan pertanian di semua wilayah yang belum menerapkan spesifikasi komoditas berdasarkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing wilayah, belum memikirkan sistem koleksi distribusi yang memudahkan kelancaran pemasaran dan fasilitas sarana produksi, konversi lahan yang tidak terbendung, dan pengembangan pertanian selama ini kurang mempertimbangkan kompetisi antar wilayah yang menghasilkan komoditas yang sama sehingga petani merupakan pihak yang dirugikan terutama disaat panen.

Salah satu alasan mengapa kajian sosiologi pertanian dan pedesaan menjadi penting adalah kenyataan bahwa saat ini sektor pertanian hampir menjadi tidak favorit lagi. Padahal di masa-masa sebelumnya pertanian merupakan suatu fenomena yang begitu megah dibangun dalam masyarakat di negara kita. Hal ini bisa terjadi karena pada jaman dulu hanya ada sarjana yang menjadi insinyur pertanian dan sarjana kedokteran. Kedua hal tersebut telah merebut perhatian masyarakat secara besar-besaran. Seiring berkembangnya teknologi dan tingkat kecerdasan manusia yang didasarkan pada kebutuhan manusia yang terus meningkat, tak terbatas, dan mendesak, maka muncullah berbagai bidang ilmu baru. Yang pada akhirnya menjamur dan dengan cepat diminati masyarakat. Ada juga fenomena unik dalam sistem pertanian desa yaitu “dipaksa – terpaksa – biasa”. Ungkapan itu ditujukan pada para petani desa. Maksudnya adalah pada jaman dahulu kebanyakan petani desa melakukan pekerjaan bercocok tanam karena dipaksa, bisa oleh keadaan atau warisan leluhur. Kemudian kegiatan tersebut dilakukan juga karena alasan yang mendesak sehingga menjadi sebuah keterpaksaan. Dari situ akhirnya kegiatan bercocok tanam dan menjadi petani diaplikasikan sebagai kebiasaan masyarakat desa. Hal-hal semacam itu dapat menjadi suatu acuan yang berguna untuk memperdalam pengetahuan tentang sosiologi pertanian dan pedesaan guna memunculkan pemikiran-pemikiran baru tentang sektor pertanian yang berperan penting bagi perekonomian nasional. Ini membuktikan bahwa aspek sosiologi juga mendukung upaya memajukan sektor pertanian demi peningkatan perekonomian.

0 komentar:

Posting Komentar